Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Unborn 8.0 Yellow Pointer

Blogger news

Rabu, 09 Februari 2011

RAGAM ILMU


KISAH ASHABUL KAHFI DAN TEKNOLOGI HIBERNASI

Kisah ini sangat terkenal baik bagi Umat Islam maupun penganut Kristen. Ashabul Kahfi dalam Islam yaitu kisah yang menceritakan 7 pemuda yang mendapat petunjuk dan beriman kepada Allah tertidur lelap dalam gua selama 309 tahun. Mereka melarikan diri dari kekejaman raja Dikyanus.
Kejadian yang hampir mirip juga pernah terjadi pada beberapa kisah di bawah ini :
 7 Oktober 2006, sebuah musibah menimpa seorang pengusaha muda Jepang berusia 35 tahun, Mitsutaka Uchikoshi. Ia terjatuh dan mengalami cedera kepala ketika sedang berlibur di gunung Rokko, Jepang. Ia dinyatakan hilang. Seorang pendaki gunung akhirnya berhasil menemukan 24 hari kemudian dalam hipotermia.
Saat ditemukan korban dalam kondisi patah tulang panggul, denyut nadinya tak terdeteksi, suhu badan drop hingga 22°C, organ-organ vital tidak menunjukkan aktivitas dan ditambah pula dengan kehilangan darah cukup banyak.
Anda bisa bayangkan apa yang terjadi terhadap seseorang yang hilang ditelan bumi selama 24 hari di tengah gunung bersalju?? Tewas? Tentu itu dugaan banyak orang. Tetapi Allah SWT berkehendak sebaliknya.
Setelah melampaui masa kritisnya, Uchikosi kembali pulih 100% seperti sediakala.
“Ia (Uchikosi) masuk ke dalam kondisi yang serupa dengan hibernasi. Fungsi organnya melambat, tetapi otaknya terlindung dan dalam kondisi baik. Saya yakin kemampuan otaknya bisa pulih 100%”, ujar dr Shinichi Sato.

Kasus serupa pernah terjadi pula di Kanada menimpa seorang balita, Erika Nordby. Ia terjebak di luar rumah dalam suhu mendekati 0 derajat Celcius & ia ditemukan oleh ibunya dalam kondisi hampir membeku. Jantungnya berhenti berdetak selama 2 jam & suhu tubuhnya drop hingga 16 °C. Akan tetapi akhirnya bisa pulih kembali.

Para dokter yakin jika misteri ini bisa dipecahkan maka teknologi hibernasi pada manusia akan berkembang di masa depan. Ilmu ini adalah ilmu masa depan yang bisa menyelamatkan para astronot saat menempuh perjalanan panjang ke luar angkasa.

Apa itu hibernasi? Singkatnya hibernasi adalah mekanisme mempertahankan hidup yang dimiliki hewan mamalia saat musim dingin dengan cara menurunkan level aktivitas metabolisme tubuh, ciri yang paling jelas ya tidur panjang .
Para ilmuwan getol sekali membongkar misteri hibernasi. Mereka yakin hibernasi bisa diterapkan pada manusia. Di dalam Alquran pun kejadian yang serupa pernah diungkap dalam kisah ashabul kahfi. Ini dia Mukjizat Alquran dalam aspek teknologi.

Sekarang mari kita bandingkan vis a vis dengan kisah ashabul kahfi.
Makanan
Ilmuwan :
Cairan kombinasi es & garam yang disuntikkan dalam tubuh agar suhu darah menurun. Lumayan drop dari 37°C s/d 10°C. Apabila suhu darah sudah drop tentu saja metabolisme tubuh pun ikut turun. Hal ini sudah diuji coba pada seekor babi & berhasil. Namun ini hanya berhasil dalam beberapa jam saja.

Menurut para ahli dari University of California & Safar Centre for Resuscitation Research at the University of Pittsburgh, tempo bisa diperpanjang hingga hitungan hari, minggu bahkan bulan dengan catatan tubuh harus diberi makan dalam bentuk tetes yang dialirkan ke pembuluh darah.
Hanya konsekuensi hibernasi : rambut & kuku akan tetap tumbuh.
Ashabul Kahfi :
Tidak ada asupan makanan apalagi minuman karena para pemuda itu tidur non-stop selama 300 tahun.
Kotoran/ Tinja
Ilmuwan :
Sampai saat ini para peneliti masih kesulitan mengatasi urusan yang satu ini. Di antara binatang yang mengadopsi sistem hibernasi pun hanya beruang saja yang tidak punya masalah buang air besar.
Ashabul Kahfi :
Mereka tidak memiliki masalah ini. Apa dalilnya? Apakah anda punya argumentasi yang dapat menjelaskan seseorang yang tidak pernah mendapat asupan makanan & minuman sama sekali tapi masih bisa mengeluarkan kotoran? Bisa-bisa dehidrasi, dong? Jadi no input, no output!
Cahaya
Ilmuwan :
Para ahli nampaknya belum melirik faktor yang satu ini untuk mempertahankan kondisi tubuh. Yang diyakini saat ini menggunakan sistem “drowning in icy water” alias tubuh direndam dalam air es. Metode ini terbukti mampu mengobati tubuh yang terluka atau menyelamatkan pasien serangan jantung setelah “mati” dalam beberapa jam.
Ashabul Kahfi :
Coba perhatikan petikan ayat ke-17 :
“Kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri.”
Dalam medis pun sinar matahari dianggap penting untuk pembersihan, penguatan tulang & kulit dan manfaat lainnya.
Dalam tafsir Al-Qurthubi mengatakan,”Ayat ‘bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri‘, maksudnya adalah bagian kiri matahari mengenai mereka karena sengatannya. Sinar matahari memperbaiki tubuh mereka. Ayat tersebut dalam hal ini menegaskan bahwa Allah SWT menempatkan mereka di gua yang karakteristiknya unik. Mungkin jika arsitektur gua yang berbeda hasil akhirnya bisa jadi berbeda, bahkan bisa-bisa tubuh terpanggang sinar matahari siang!

Lihat betapa Maha Besarnya Allah SWT yang telah membuat mekanisme hibernasi begitu sempurna. Kajian lebih lengkapnya bisa kita baca di Ensiklopedia Mukjizat Alqur’an dan Hadist.

Kamis, 03 Februari 2011

PESAN ILAHIYAH


Cintaku Cinta-Mu
Oleh : Rofiq Abidin

"Katakanlah jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutlah aku, pasti Allah cinta kepadamu". (QS. Ali Imran: 31)

Keindahan cinta yang bersemayam dalam benak masing-masing manusia melandasi sebuah sikap empatik, rasa ini hadir sejak Allah menciptakan nabi Adam AS pun juga pasangannya Hawa, dan mengilhami kisah romantisme anak cucunya selanjutnya. Menurut saya, cinta merupakan gabungan sifat Ilahiyah antara ar Rahman (pengasih) dan ar Rahim (penyayang). Jika seseorang mencintai seseorang lain maka mereka akan saling mengasihi dan saling menyayangi, mudah saling memberi dan mudah saling peduli, karena inilah yang melandasi sikap empatik kepada apa yang dicintai.
Segala cinta pada dasarnya tidak diperkenankan oleh Allah melebihi cinta kepada-Nya, karena bisa membutakan hati manusia, bahkan bisa menjelma menjadi berhala yang dapat menyesatkan pengabdiannya. Untuk itu sebagai mukmin yang berlandaskan prinsip-prinsip Ilahiyah mestilah mendalami cinta ini dengan benar, jangan tergoda oleh rayuan iblis yang selalu siap membuat perangkap indah demi terjerumusnya manusia kedalam kedzaliman dan kenistaan. Coba kita perhatikan peringatan Allah berikut ini : 

Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.  (QS. At Taubah : 24)

Allah Maha Cinta
Manusia hadir di dunia atas kehendak-Nya, lahir dari rahim ibu yang senantiasa menjaga dengan penuh kasih sayang. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa jabang bayi yang ada dalam kandungan ini lemah, namun Allah sang Khalik selalu menjaganya dan mencukupi kebutuhannya, Allah meletakkannya dalam plasenta, yaitu ‘rumah’ yang nyaman selama dalam kandungan. Allah juga mencukupkan kebutuhan oksigen, makan dan minumnya dengan cara-cara fantastis yang menakjubkan. Selanjutnya Allah menumbuhkan rasa cinta kepada orang tua dan kerabatnya, dari rasa inilah naluri merawat dan membesarkan terus berkembang hingga dewasa. Subhanallah, sebuah ekosistem cinta yang begitu menakjubkan dan menggambarkan betapa Allah mengasihi manusia sejak lahir, mencintai karya terbaik-Nya yakni kita, manusia, dengan segala kesempurnaannya. Sifat-sifat insaniyah yang kemudian diilhamkan kepada kita, menjadikan kita terus mengasah kemampuan, keahlian dan emosional kita serta rasa cinta yang dapat menyeimbangkan semua. Allahlah yang menyadarkan kita manakala kita salah, Allah pula yang selalu datang menolong kita, pada saat teman, keluarga bahkan mungkin sahabat meninggalkan kita. Allah yang selalu mencurahkan cinta-Nya bagi kita yang terus mengingat-Nya dan bersabar dengan ujian-Nya. Ingatlah bahwa dalam setiap ujian itu ada nilai hadiah dari Allah atas prestasi kita. Tapi perlu diingat bahwa kecintaan Allah kepada manusia yang diuji juga diiringi godaan iblis yang tak kunjung henti menggoda manusia hingga bobrok keikhlasannya. Ikhlaskan saja, Allah akan datang membantu dan menolong kita, karena Allah maha cinta.

Cintai Karena Cinta-Nya
Cinta menjadikan kita merasa nyaman, tenang dan terjaga. Empatik muncul secara alami, tulus dan apa adanya, tak ada yang memaksa dan tak ada yang mendoktrin, semuanya mengalir indah. Bagaimanapun itu dan apapun itu yang menjadikan kita berbahagia dan tenteram landasilah dengan cinta Allah, pasti akan aman dan tidak terseret oleh hawahu (hawa nafsu), keindahannya murni dan tidak semu. Jika kita membencipun, itu karena Allah tidak mencintai sikap-sikap dzalim yang dilandasi hawa nafsu.
Mukmin sejati menomorsatukan cinta Allah dibanding apapun yang ada di dunia. Mukmin lebih yakin kekuatan cinta Allah dari pada mengikuti perasaan semu, karena manusia pasti memiliki salah dan emosional sehingga akan ada kekecewaan, namun dalam cinta Allah tidak akan kita dapatkan kekecewaan, yang ada jika kita mencintai Allah sepenuh hati adalah pertolongan. Allah maha cinta, mencintai hamba-Nya dengan mencurahkan rahmatnya, Allah lebih bijak dan tidak egois seperti manusia, tapi Allah maha tahu perasaan kita, sehingga dapat memberikan yang terbaik untuk setiap manusia. Maka apapun yang kita cintai landaskanlah karena cinta Allah, kita pasti selamat. Coba perhatikan pesan Ilahi berikut ini :
“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa, bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya”. (QS. Al-Baqarah : 165)
Mencintai Allah sangat berkaitan dengan al-Wala’ dan al-Bara’ (loyalitas dan berlepas diri).  Yang dimaksud dengan  al-Wala’  ialah memelihara loyalitas kepada Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman. Sedangkan yang dimaksud dengan al-Bara’ ialah berlepas diri dari kaum kuffar dan munafiqin. Karena loyalitas mukmin hendaknya kepada Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman, maka seorang mukmin hendaknya memohon agar dirinya dipertemukan dan dipersatukan dengan kalangan sesama orang-orang beriman yang mencintai Allah.
Ada beberapa hal yang perlu kita lakukan untuk menjaga rasa cinta kita kepada Allah, yaitu:
1.      Mengikuti Sunnah Rasul
Allah mengajarkan dalam Q.S. Ali Imran : 31 agar kita meyakini dan mengikuti Rasulullah, dalam artian mengikuti sunnah-sunnahnya yang telah menjadi teladan dalam kehidupan kita. Tidak perlu sungkan apalagi malu meneladani Rasulullah karena alasan yang tidak jelas karena jelas bahwa Allah akan cinta kepada kita jika kita mengikuti Rasulullah.  
2.      Mengutamakan Allah di atas apapun
Banyak hal dan pihak yang berjasa bagi kita dan memudahkan kita hidup di dunia, namun jangan lupa bahwa apapun yang memudahkan kita ada kehendak Allah, karena kemurahan-Nya. Oleh karena itu, untuk menjaga cinta Allah tetap bersemayam dalam benak kita utamakanlah kepentingan Allah di atas apapun kepentingan keduniaan. Demikian juga dengan cinta kepada diri kita sendiri. Diri kita yang di dalamnya ada hawa nafsu bisa menjadi musuh utama kita, manakala kita tertutup oleh kabut emosi dan keindahan semu semata. Mengorbankan cinta diri demi meraih cinta Allah merupakan sebuah pengorbanan besar, karena itulah bukti kecintaan mukmin kepada Allah. Banyak sekali contoh tentang hal ini, sebut saja Masithoh, ia tidak hanya mengorbankan keluarganya namun dirinya, betapa ia yakin dengan keimanan dan berharap cinta Allah tetap dalam rengkuhan jiwa raganya.

3.      Senantiasa ikhlas dan sabar menghadapi ujian
Ujian akan terus datang demi kualitas keimanan, namun godaan iblis juga tidak pernah berhenti dengan jurus-jurus yang semakin inovatif, tangkal saja dengan jiwa ikhlas kita. Memang tidak mudah, namun mencoba lebih baik dari pada pasrah. Kita akan tahu bahwa kita mencintai Allah manakala dihadapkan pilihan yang sulit, ada sebuah perjuangan batin, namun mukmin akan lebih mengutamakan Allah, dengan senantiasa mendasarkan prinsip dan sikapnya karena Allah, bukan mengikuti ketakutan dan kekhawatiran karena ia yakin cinta Allah akan mendatangkan pertolongan, ia akan benar-benar mempraktekkan sabar dan orang-orang yang sabar akan dapat mendekap cinta Allah. ”Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (QS Ali Imran ayat 146)
Kelembutan dan kedahsyatan cinta akan mewarnai jejak kehidupan kita dan memberi arti bagi kesempurnaan sikap kita. Mari raih cinta Allah karena kita benar-benar dicintai-Nya sejak sebelum kita hadir di dunia, Ia yang peduli dan menjaga kita, mengajari kita menemukan jalan kebenaran dan semua karunia-Nya tiada putus-putusnya kita rasakan sampai detik ini. Sungguh Allah maha cinta, jadilah kita mukmin yang dicintai-Nya, dengan tetap sabar mencintai-Nya, mengikhlaskan semua kehendak-Nya dan berpegang teguh kepada keimanan dan prinsip-prinsip wahyu yang telah menuntun kita. Dengan mencintai Allah yakinlah semua akan baik-baik saja dan pasti akan datang pertolongan-Nya.

Senin, 17 Januari 2011

RAGAM ILMU


PENEMUAN ALAT-ALAT TULIS



KALKULATOR
Si mesin hitung alias kalkukator ternyata dulu ditemukan oleh remaja Perancis berusia Sembilan belas tahun bernama Blaise Pascal pada tahun 1642 . Blaise kerap membantu ayahnya yang bekerja sebagai pelayan toko dan sepanjang hari harus berkutat dengan berbagai perhitungan matematika.
Untuk meringankan pekerjaan ayahnya itu ,Blaise lalu membuat mesin hitung sederhana yang terbuat dari kotak kayu dengan enam digit angka . Dengan menekan angka –angka , kotak tersebut bisa melakukan penjumlahan dan pengurangan dengan sangat cepat.

KERTAS
Ts,ai Lun, yang masih keturunan bangsawan asal Lei yang,China menemukan kertas kira-kira  pada tahun 105 Masehi. Ia membuat kertas dari kulit kayu murbei yang dihancurkan dan direndam bersama rami ,kain bekas dan jala ikan . Setelah menjadi seperti bubur ,bagan –bahan tadi di pres lalu dikeringkan.
Temuan kertas sebagai media menulis ini segera terkenal sampai Negara-negara tetangga sebagai media menulis . Sudah tentu , cara pembuatan terus diperbaiki untuk mendapatkan kertas sebaik saat ini.

MESIN TIK MESIN BERISIK
Ide diciptakannya mesin tik sebenarnya sudah dimulai dimulai sejak tahun 1714 , oleh Henry Mill di England. Tapi sayangnya ,penemuan itu tak bisa bertahan . Tahun 1829, William Burt asal Detroit mencoba membuat konsep mesin tik dengan penataan karakter huruf yang disusun berputar . Tapi penemuan Burt ini juga tidak bisa bertahan lama karena proses mengetik jadi jauh lebih lama ketimbang menulis dengan tangan.
Barulah pada tahun 1867, Christoper Latham Soles asal Milwaukee, berhasil mmbuat mesin tikpertama yang benar-benar bisa digunakan secara praktis dan bermanfaat.Nah, berdasarkan penemuan mesin tik Christoper ini, pada tahun 1872 Thomas Alva Edison mencoba mengembangkannya mesin tik eletrik. Suaranya pun tidak berisik seperti mesin tik zaman dulu. Tik… Tak….Tik…Tuk…

PENGHAPUS TULISAN (TIPP-EX)
Gara-gara sering bikin kesalahan sewaktu mengetik, Bette Nesmith Graham menjadi pencipta cairan pengoreksi tulisan. Tahun 1951, ia bekerja sebagai sekretaris lepas di Texas Bank & Trust. Karena memang tidak pandai mengetik, Bette kerap membuat kesalahan. Dia lalu mencari akal agar ia tidak terus-terusan mengetik ulang.
Tiba-tiba dia teringat cara kerja para pelukis yang bisa mengoreksi kesalahan yang dibuat dengan memolesnya lagi dengan warna lain . Bette lalu mencampur sejumlah cairan dasar cat di botol kuteknya, yang digunakan lalu Bette untuk menghapus kesalahan yang dibuat saat mengetik dan menulis. Bette menyebutnya “Mistake  out”.
Temuannya sekarang menjadi begitu popular dan dia menjadi kaya raya dari hasil penjualan hak paten dan royalty temuannya itu.

KRAYON
Krayon merek Cryaola adalah krayon anak-anak pertama yang ditemukan oleh Edwin Binney dan sepupunya C.Harold Smith pada tahun 1903. Semula Edwin dan Harold bekerjasama dalam usaha semir sepatu dan tinta cetak.Mereka kemudian mulai mengadakan penelitian untuk membuat alat menggambar untuk anak-anak yang tidak mengandung racun. Akhirnya mereka berhasil , mesti warna krayon yang dibuat saat itu sebatas warna hitam , coklat , biru,merah,ungu,orange,kuning, dan hijau.
Merek Crayola sendiri dipilih oleh Alice Stead Binney (istri Edwin), yang berasal dari gabungan bahasa Perancis craie (chalk – kapur tulis) dan oleaginous (oily – berminyak).

PENSIL
Sejak ditemukannya batu grafit Cumberland, Inggris, orang menggunakannya untuk menulis atau menggambar. Saat itu orang menggunakan batu  grafit dengan melilitkan tali di sekelilingnya. Nah, pada pertengahan abad XIV, Konrad von Gesner, keturunan Swiss – Jerman mencoba membalut grafit dengan kayu untuk menggambar, tapi gagal karena batu grafit mudah patah.

Barulah 2 abad kemudian, Nicholas Jacques Conte asal Prancis menemukan cikal bakal pensil. Ia mencampurkan grafit dengan tanah liat, lalu didapatkan hingga berbentuk seperti lidi kemudian dibakar. Setelah itu, grafit yang telah diolah tadi dimasukkan ke dalam tabung kayu.

JEJAK RISALAH


Rufaidah binti Sa’ad, Perawat Muslim yang Terlupakan

Rufaidah binti Sa’ad memiliki nama lengkap Rufaidah binti Sa’ad Al Bani Aslam Al-Khazraj. Dia tinggal di Madinah, lahir di Yatsrib dan termasuk dalam Kaum Ansar yaitu suatu golongan yang pertama kali menganut Islam di Madinah. Ayahnya seorang dokter dan dia mempelajari ilmu keperawatan saat membantu ayahnya. Saat Kota Madinah berkembang, Rufaidah mengabdikan dirinya merawat kaum muslimin yang sakit dan membangun tenda di luar Mesjid Nabawi saat dalam keadaan damai. Dan saat perang Badar, Uhud, Khandaq, dia menjadi sukarelawan dan merawat korban yang terluka akibat perang. Dia juga mendirikan rumah sakit lapangan saat perang dan Rasulullah SAW pun memerintahkan agar para korban yang terluka di bantu olehnya. Rufaidah juga melatih beberapa kelompok wanita untuk menjadi perawat dan dalam perang Khibar mereka meminta ijin kepada rasul untuk ikut di garis belakang pertempuran untuk merawat mereka yang terluka dan rasul pun mengijinkannya. Inilah dimulainya awal mula dunia medis dan dunia keperawatan.

Peran Rufaidah Dalam Dunia Keperawatan
Konstribusi Rufaidah tidak hanya merawat mereka yang terluka akibat perang, namun juga terlibat dalam aktifitas sosial di komuniti. Dia memberikan perhatian kepada setiap orang miskin, anak yatim, atau penderita cacat mental. Dia merawat anak yatim dan memberikan bekal pendidikan. Rufaidah digambarkan memiliki kepribadian yang luhur dan empati sehingga memberikan pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasiennya dengan baik pula. Sentuhan sisi kemanusiaan adalah hal yang penting bagi perawat, sehingga perkembangan sisi tehnologi dan sisi kemanusiaan (human touch) mesti seimbang. Rufaidah juga digambarkan sebagai pemimpin dan pencetus sekolah keperawatan pertama di dunia Islam, meskipun lokasinya tidak dapat dilaporkan, dia juga merupakan penyokong advokasi pencegahan penyakit (preventif care) dan menyebarkan pentingnya penyuluhan kesehatan (health education).


Masa Sejarah Perkembangan Islam dalam Keperawatan
Masa sejarah perkembangan Islam dalam keperawatan tidak dapat dipisahkan dalam konteks perkembangan keperawatan di Arab Saudi khususnya, dan negara-negara di timur tengah umumnya. Berikut ini akan lebih dijelaskan tentang sejarah perkembangan keperawatan di masa Islam dan di Arab Saudi khususnya.

1.      Masa penyebaran Islam/ The Islamic Period (570 – 632 M)
Masa penyebaran Islam (570 - 632 M). Pada masa ini keperawatan sejalan dengan perang kaum muslimin / jihad, pada masa ini lah Rufaidah binti Sa’ ad memberikan kontribusinya kepada dunia keperawatan. 
Masa setelah Nabi (632 - 1000 M). Masa ini setelah nabi wafat, pada masa ini lebih didominasi oleh kedokteran dan mulai muncul tokoh-tokoh Islam dalam dunia kedokteran seperti Ibnu Sinna, Abu bakar ibnu Zakariya Ar-Razi (Ar-Razi), bahkan Ar-Razi sendiri menulis dua karangan tentang ” The Reason why some persons and common people leave a physician even if he is clever “.

2.      Masa Setelah Nabi/Post –Prophetic Era (632 – 1000 M).
Sejarah tentang keperawatan setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW jarang sekali (Al Simy, 1994). Dokumen yang ada lebih didominasi oleh kedokteran di masa itu. Dr Al-Razi yang digambarkan sebagai seorang pendidik, dan menjadi pedoman, juga menyediakan pelayanan keperawatan. Dia menulis dua karangan tentang "The Reason Why Some Persons and the Common People Leave a Physician Even if He Is Clever" dan "A Clever Physician Does Not Have the Power to Heal All Diseases, for That is Not Within the Realm of Possibility." Di masa ini ada perawat diberi nama "Al Asiyah" dari kata Aasa yang berarti mengobati luka, dengan tugas utama memberikan makanan, memberikan obat dan rehidrasi.
3.      Masa Late to Middle Ages (1000 – 1500 M)
Diymasa ini negara-negara Arab membangun RS dengan baik, dan mengenalkan perawatan orang sakit. Ada gambaran unik di RS yang tersebar dalam peradaban Islam dan banyak dianut RS modern saat ini hingga sekarang, yaitu pemisahan anatar ruang pasien laki-laki dan wanita, serta perawat wanita merawat pasien wanita dan perawat laki-laki, hanya merawat pasien laki-laki (Donahue, 1985, Al Osimy, 2004).

4.      Masa Modern (1500 – sekarang) Early Leaders in Nursing’s Development
Masa ini ditandai dengan banyaknya ekspatriat asing (perawat asing dari Eropa, Amerika dan Australia, India, Philipina) yang masuk dan bekerja di RS di negara-negara Timur Tengah. Bahkan dokumen tentang keperawatan di Arab, sampai tahun 1950 jarang sekali, namun di tahun 1890 seorang misionaris Amerika, dokter dan perawat dari Amerika telah masuk Bahrain dan Riyadh untuk merawat Raja Saudi King Saud.
Dimasa ini ada seorang perawat Timur Tengah bernama Lutfiyyah Al-Khateeb, seorang perawat bidan Saudi pertama yang mendapatkan Diploma Keperawatan di Kairo dan kembali ke negaranya, dan di tahun 1960 dia membangun Institusi Keperawatan di Arab Saudi.


Meskipun keperawatan masih baru sebagai profesi di
timur tengah, sebenarnya telah dibangun di masa Nabi Muhammad SAW. Ini mempengaruhi filosofi praktek, dan profesi keperawatan. Dan sejak tahun 1950 dengan dikenalkannya organized health care dan pembangunan Rumah Sakit di Arab Saudi, keperawatan menjadi lebih maju dan bukan hanya sekedar pekerjaan (job training).
Semoga keperawatan dan Islam dapat berkembang sejalan dalam harmoni seiring tuntutan asuhan keperawatan, kompleksitas penyakit, perkembangan tehnologi kesehatan dan informatika kesehatan, sehingga kita tetap bisa mengenang dan menteladani sejarah perkembangan keperawatan yang di mulai oleh Rufaida binti Sa'ad.









CINDERA HATI


Lemparan Batu

Tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan dengan penuh rasa bangga dan prestise.
Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu. Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu. Tiba-tiba, dia melihat seseorang anak kecil yang melintas dari arah mobil-mobil yang diparkir di jalan. Tapi, bukan anak-anak yang tampak melintas sebelumnya.
"Buk....!" Aah..., ternyata, ada sebuah batu seukuran kepalan tangan yang menimpa  Jaguar kebanggaannya yang dilemparkan si anak itu. Sisi pintu mobil itupun lecet, tergores lemparan batu tersebut.
"Cittt...." ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan geram, dimundurkannya mobil itu menuju tempat arah batu itu di lemparkan. Jaguar yang tergores, bukanlah perkara sepele. Apalagi, kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain, begitu pikir sang pengusaha dalam hati. Amarahnya memuncak. Dia pun keluar mobil dengan tergesa-gesa. Di tariknya anak yang dia tahu telah melemparkan batu ke mobilnya, dan di pojokkannya anak itu pada sebuah mobil yang diparkir. "Apa yang telah kau lakukan?! Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku!! Lihat goresan itu!!", teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu. "Kamu tentu paham, mobil baru jaguarku ini akan butuh banyak ongkos di bengkel untuk memperbaikinya", ujarnya lagi dengan sangat kesal dan geram, tampak ingin memukul anak itu.
Si anak yang kurus kecil itu tampak menggigil ketakutan dan pucat, dan berusaha meminta maaf. "Maaf Pak, maaf. Saya benar-benar minta maaf. Sebab, saya tidak tahu lagi harus melakukan apa." Air mukanya tampak sekali merasa ngeri, dan tangannya bermohon ampun. "Maaf Pak, saya melemparkan batu itu, karena tak ada seorang pun yang mau berhenti...." Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke suatu arah, di dekat mobil-mobil parkir tadi. "Itu disana ada kakak saya yang lumpuh. Dia tergelincir, dan terjatuh dari kursi roda. Saya tak kuat mengangkatnya, dia terlalu berat, tapi tak seorang pun yang mau menolongku. Badannya tak mampu saya papah, dan sekarang dia sedang kesakitan.."
Kini, ia mulai terisak. Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada wajah yang mulai tercenung itu. "Maukah Bapak membantu saya mengangkatnya ke kursi roda? Tolonglah, kakak terluka, tapi saya tak sanggup mengangkatnya."
Tak mampu berkata-kata lagi, pengusaha muda itu terdiam. Amarahnya mulai sedikit reda setelah dia melihat seorang lelaki yang tergeletak sedang mengerang kesakitan. Kerongkongannya tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah. Segera dia berjalan menuju lelaki tersebut, di angkatnya si cacat itu menuju kursi rodanya. Kemudian, diambilnya sapu tangan mahal miliknya, untuk mengusap luka di lutut yang memar dan tergores, seperti sisi pintu Jaguar kesayangannya.
Setelah beberapa saat, kedua anak itu pun berterima kasih, dan mengatakan bahwa mereka akan baik-baik saja. "Terima kasih, dan semoga Tuhan akan membalas perbuatan baik Bapak." Keduanya berjalan beriringan, meninggalkan pengusaha yang masih nanar menatap kepergian mereka. Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang mendorong kursi roda itu, melintasi sisi jalan menuju rumah mereka.
Berbalik arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar miliknya. Ditelusurinya pintu Jaguar barunya yang telah tergores oleh lemparan batu, sambil merenungkan kejadian yang baru saja dialaminya. Kerusakannya bisa jadi bukanlah hal sepele, tapi pengalaman tadi menghentakkan perasaannya.
Akhirnya ia memilih untuk tak menghapus goresan itu. Ia memilih untuk membiarkan goresan itu, agar tetap mengingatkannya pada hikmah ini. Ia menginginkan agar pesan itu tetap nyata terlihat: "Janganlah melaju dalam hidupmu terlalu cepat, karena, seseorang akan melemparkan batu untuk menarik perhatianmu."
Teman, sama halnya dengan kendaraan, hidup kita akan selalu berputar, dan dipacu untuk tetap berjalan. Di setiap sisinya, hidup itu juga akan melintasi berbagai macam hal dan kenyataan. Namun, adakah kita memacu hidup kita dengan cepat, sehingga tak pernah ada masa buat kita buat menyelaraskannya untuk melihat sekitar?  Sang Maha Kuasa akan selalu berbisik dalam jiwa, dan berkata lewat kalbu kita. Kadang, kita memang tak punya waktu untuk mendengar, menyimak, dan menyadari setiap ujaran-Nya. Kita kadang memang terlalu sibuk dengan bermacam urusan, memacu hidup dengan penuh nafsu, hingga terlupa pada banyak hal yang melintas.
Teman, kadang memang, ada yang akan "melemparkan batu" buat kita agar kita mau dan bisa berhenti sejenak. Semuanya terserah pada kita. Mendengar bisikan-bisikan dan kata-kata-Nya, atau menunggu ada yang melemparkan batu-batu itu buat kita...