Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Unborn 8.0 Yellow Pointer

Blogger news

Selasa, 15 Januari 2013




Refresh

Oleh : Rofiq Abidin 

Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.” (QS. Al Fajr : 27-28)

Pagi nan cerah memberi warna tersendiri bagi kita. Membuka hari dengan hati lapang, memulai semua aktivitas dengan penuh semangat dan senyuman terindah kita berikan kepada sekitar. Setidaknya beberapa ritual ini akan menarik kelimpahan dan keberkahan disepanjang hari. Beragam peristiwa yang hadir terkadang tak menjadi keinginan kita, namun senyatanya hadir memberi kita pelajaran berharga. Tak perlu panik menghadapi semua, karena masalah adalah bagian tak terbantahkan bagi kelangsungan hidup manusia. Ia datang untuk menguji dan ia hadir untuk memberi warna-warni kehidupan kian menjadi makin elok. Bagi seorang mukmin, saat memulai sesuatu telahpun dianjurkan untuk menghubungkan semua dengan Sang Pencipta, yakni dengan membaca “basmalah”. Dalam proses ikhtiarpun dianjurkan untuk “berdo’a” dan saat mengakhiri semua dianjurkan untuk membaca “hamdalah”. Ketiga pesan Islam ini tentunya tidak hanya ungkapan verbal semata, namun penuh penghayatan dan aktualisasi dalam kesalehan amal dan kesalehan sosial. Bagi yang jiwanya mutma’inah (penuh ketenangan) akan mendapat sambutan spesial dari Allah. Ia akan dipanggil untuk berada didalam naungan ridho Allah yang penuh kesejukan dan penuh kedamaian. Saat kita sedih, kita butuh refresh. Saat kita kecewa kita butuh refresh. Saat kita panik, kita butuh refresh. Karena dengan refresh, maka jiwa kita menjadi lapang menampung segala masalah yang ada. Dengan refresh, maka pikiran kita jadi sehat dan kreatif. Dengan refresh, maka langkah kita menjadi semakin matang dan bijak.

Refresh menjadi Pengendali
Tak ada yang tak pernah salah, yang ada adalah orang yang bersih dari salah karena ampunan Allah. Tak ada orang yang tidak pernah emosi, yang ada adalah orang yang sanggup mengendalikan emosi. Tak ada orang yang tak pernah kecewa, yang ada adalah orang yang tulus ikhlash menerima kenyataan hidup. Semua sikap negatif itu akan kembali normal saat kita mampu merefresh hati dan pikiran kita. Semua masalah menjadi semakin rumit saat hati tidak dalam keadaan lapang. Bahkan yang sederhana saja bisa membelit aktivitas kita, karena hati dan pikiran kita tidak kita refresh. Mari kita coba merefresh dalam setiap kehidupan kita dengan mengikuti langkah- langkah berikut :
1.   Mulailah semua pekerjaan kita dengan menghubungkannya kepada Allah, niscaya akan kita dapatkan “kasih dan sayang” Allah. Dengan mengkaitkan diri dengan asma Allah maka kasih sayang Allah akan hadir nyata dalam kehidupan kita. Bermakna semua pekerjaan yang kita lakukan mestilah kita dasarkan pada wahyu Ilahi,  sehingga kita mendapat bimbingan Allah dalam memulai apapun. Kita mau memulai usaha, mulailah semua karena Allah, kita mau beribadah, mulailah karena Allah dan kita mau menjalin hubungan dengan manusia, maka niatkan semua karena Allah.
2.   Saat langkah terasa lelah, segarkan kembali niat suci.
Perjalanan hidup kadang membuat kita terasa capek, lelah dan lunglai. Namun jika mau refresh dulu sejenak, kita akan dapat bangkit lagi untuk berjalan. Dengan melapangkan hati dan menyegarkan kembali pikiran kita, maka ide segar akan tercukil dengan sendirinya untuk mengusir kelelahan kita. Karena lelah sesungguhnya butuh istirahat sejenak, maka istirahatkanlah sejenak hati dan raga kita, tak perlu memaksakan. Namun juga jangan terlena, karena tujuan asal istirahat adalah untuk menyegarkan kembali hati dan raga menuju perjalanan akhir yang lebih bahagia dan membahagiakan.
3.   Saat kecewa mendera, segarkan kembali dengan ketulusan.
Tak ada manusia yang ingin celaka, namun sebenarnya banyak manusia yang mengundang celaka dengan perbuatannya yang meninggalkan keimanan. Kecewa dengan orang lain, kecewa dengan komunitas tertentu dan kecewa dengan diri sendiri terkadang menghambat kelancaran progres hidup kita. Padahal kecewa itu tidak memberi pengaruh apa-apa pada kita. Hanya hikmah dan keikhlasan yang dapat menyegarkan kembali saat kita kecewa. Kecewa datang penuh emosional, sehingga banyak orang kecewa hingga menutupi akal sehat dan keimanan mereka. Yang terbaik adalah segarkan kembali hati kita dengan menerima kenyataan secara ikhlas dan menggali hikmah. Itulah yang akan mengantarkan kita untuk kembali bangkit dan kembali pada prinsip kebenaran.
4.   Saat diri merasa gagal, segarkan kembali dengan syukur
Mungkin pembaca telah sangat paham bagaimana mensyukuri keberhasilan. Namun bagaimana dengan mensyukuri kegagalan? Apa maksudnya? Bukan berarti “syukurin”, namun mensyukuri apa saja yang ada, kenyataan yang ada. Boleh jadi Allah tidak berkenan terhadap keberhasilan kita, karena Allah hendak menyelamatkan diri kita dari kebatilan. Karena saat kita merasa berhasil, ternyata ada jalan haram yang meggoda kita untuk kemudian menuntun kita pada kejahiliyahan. Mensyukuri kegagalan, berarti merefresh kembali hati dan pikiran untuk lebih dewasa menerima kenyataan, untuk kembali mengevaluasi sikap dan keputusan yang kita ambil.
Kembali pada ridho dan jalan Tuhan itulah pada dasarnya yang menjadikan kita lebih bahagia, lebih tenang dan lebih sejahtera. Apapun keadaan kita saat ini, syukurilah dan segarkan kembali semangat kita dengan memulakan semua dengan benar. Kepuasan hati untuk dunia memang tidak akan ada habisnya, namun menempuh kepuasan hati untuk ridho Ilahi akan terasa menyamankan, menyegarkan hati serta lebih kekal. Semoga kita dapat terus merefresh hati dan pikitan kita, saat kita lelah, saat kita gundah, saat kita merasa gagal, sehingga tak ada kata menyerah untuk menuju kepuasan hati  yang suci lagi diridhoi Ilahi. 

Selasa, 08 Januari 2013


SAWANG SINAWANG
Oleh : Rofiq Abidin

Mencari kepuasan dunia memang tak ada habisnya. Setelah ini tercapai, kita ingin lagi ini dan itu menjadi milik kita. Setelah jadi ini, kita ingin jadi itu. Sah- sah saja seseorang memiliki keinginan banyak, yang penting tidak menuhankan hawa nafsu. “Enak ya jadi pegawai negeri”, celoteh seorang penjual kopi kepada pembelinya. “Kata siapa enak?”, sahut pembeli yang memang pegawai negeri. “Pegawai negeri itu rezekinya sudah dibatasi segini, kalau bapak bisa lebih besar dari saya”, imbuhnya dengan nada ringan. Mendengar percakapan di warung kopi ini saya tergelitik untuk ikut nimbrung berkomentar, “Ya memang hidup ini sawang sinawang, menjadi apapun kita yang penting kita pandai mensyukurinya”. Percakapan yang mengalir tanpa beban ini banyak kita jumpai secara mudah. Tidak sedikit orang latah ingin seperti orang lain, namun melupakan bahwa senyatanya ia adalah manusia unik yang memiliki kemampuan khusus yang telah diberikan Allah. Coba renungkan, semua binatang telah dilengkapi kemampuan khusus, bahkan alat khusus untuk bertahan hidup. Apalagi kita manusia yang merupakan kholqon akhor (ciptaan terbaik) dari Sang Pencipta Allah Azza Wajalla, pastilah dilengkapi dengan peralatan tercanggih dari Sang Pencipta agar dapat survive dalam hidup. Jangan hanya sibuk memikirkan enak atau tidaknya keadaan pekerjaan kita hari ini, namun menidurkan kemampuan unik yang Allah berikan secara khusus pada kita, sehingga waktu kita habis untuk hal yang tidak produktif, bukankah Allah sudah memberikan peringatan agar mukmin itu meninggalkan perbuatan yang tiada berguna? Mari kita syukuri apa yang ada, karena dengan syukur, Allah pasti menambahkan dari yang sudah ada. Kenapa saya katakan pasti?, karena itu rumusan Al qur’an yang tak terbantahkan. Pencapaian sukses seseorang dalam pandangan kita belum tentu membuat orang selalu bahagia. Karena rasa bahagia itu seperti taman indah yang perlu dirawat, sehingga tampak selalu nyaman dipandang dan menyegarkan bathin. Tidak sedikit orang yang sukses tapi tidak bahagia, begitupun sebaliknya, orang bahagia tapi tidak sukses. Jadi sawang sinawang kepada orang sekitar itu hanyalah sekelebat keinginan untuk menjadi lebih bahagia. Maka mari fokus untuk membangun bahagia dan berusaha untuk membhagiakan orang yang kita sayangi dengan anugerah unik yang telah dibekalkan Allah kepada kita, sehingga kita tidak meng-illahkan hawahu (hawa nafsu) yang terus meminta puas dan meminta lebih. Mari renungi pesan Allah berikut ini :
“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (QS. Al Jasiyah : 23)
Hawahu bisa menjadikan kita meninggalkan Konsep Islam “Allah Assomad” (Allah tempat bergantung). Padahal mungkin, kita ringan- ringan saja membaca ayat ini, yang sebenarnya penerapannya tidak mudah kita jalani. Pencapaian kita hari ini adalah anugerah Allah atas pilihan sikap yang kita ambil, jadi tak perlu terbawa penyesalan terlalu dalam. Namun terus tawakal dan ikhtiar adalah sikap yang akan membuat kita lebih sukses dan lebih bahagia dari yang kita sawang (pandang) dan yang kita bayangkan. 

Selasa, 25 Desember 2012


Yuk Benahi Cara Berkomunikasi dengan Anak!

Pengasuhan anak menghadapi tantangan luar biasa yang membuat orang tua masa kini tidak dapat sepenuhnya mengandalkan cara-cara pengasuhan yang selama ini kita ketahui secara turun temurun. Salah satu yang paling mendasar yang harus kita benahi adalah cara kita berbicara atau berkomunikasi!
Ternyata ada dua belas gaya bahasa komunikasi yang populer turun temurun yang kerap dilontarkan orang tua kepada anaknya, baik sengaja maupun tidak sengaja justru menjadi penghalang bagi orang tua untuk dapat memahami perasaan si anak.  

12 Gaya Populer

1. Memerintah
Tujuan orang tua adalah untuk mengendalikan situasi dan menyelesaikan masalah dengan cepat, sedangkan pesan yang ditangkap anak adalah mereka harus patuh dan tidak punya pilihan
 Anak: ”Pa, aku enggak mau berangkat sekolah”
Papa:  ”Apa-apaan sih, enggak boleh malas ah.  Pokoknya besok harus sekolah.”

2. Menyalahkan
Orang tua ingin menunjukkan kesalahan si anak, sedangkan tanggapan si anak adalah mereka tidak pernah benar/ baik.
Anak: “Ma, kakiku luka nih…sakit sekali. Tadi habis jatuh..”
Mama: “Nah, kan? Dari tadi Mama bilang jangan lari-lari, makanya jatuh.. Ga pernah mau dengerin Mama sih!”

3. Meremehkan
Tujuan orang tua menunjukkan ketidakmampuan anak dan orang tua lebih tahu, anak menangkap bahwa dirinya tidak berharga/ merasa tidak mampu.
Anak:”Ayah, aku tidak bisa mewarnai gambar yang ini..”
Ayah: “Masa mewarnai begini saja ga bisa.  Bisanya apa dong?”

4. Membandingkan
Orang tua ingin memberi motivasi dengan memberi contoh tentang orang lain, tapi anak menanggapi bahwa dia tidak disayang, pilih kasih dan merasa dirinya memang selalu buruk. 
Anak:: ”Aku mau digosokin gigiku sama Bunda..”
Bunda : “Iih, masak sudah besar masih dibantu..lihat adikmu sudah bisa gosok gigi sendiri.”

5. Mencap
Maksud orang tua ingin memberitahu kekurangan agar anak berubah, anak menanggapi dengan merasa “itulah saya”.
Anak: “Ayah, gendong Yah…aku ga mau jalan..lututku sakit nih”
Ayah : “Kamu ini memang anak cengeng, begini saja minta gendong. Jalan sendiri..!”

6. Mengancam
Orang tua melakukan agar anak menurut/ patuh dengan cepat, tapi anak akan merasa cemas dan takut.
Anak : “Bunda, tungguin…bantuin aku pakai sepatu dulu..”
Bunda : “Pakai sendiri ah. Cepetan, ntar Bunda tinggal lho..Biar kamu pulang sendiri.

7. Menasehati
Maksudnya agar anak tahu mana yang baik dan mana yang buruk, namun anak menganggap bahwa orang tuanya sok tau, bawel dan membosankan.
Anak:  “Ma, tadi Rahma ngetawain aku..”
Mama:  “Makanya kamu jangan suka ngetawain orang, kalau dibalas begitu baru tahu rasanya kan? Lain kali sama teman yang baik, jangan maumu sendiri.”

8. Membohongi
Maksudnya agar urusan menjadi gampang, namun anak akan menilai bahwa orang dewasa tidak dapat dipercaya.
Anak:  ”Ayah, kenapa sih kok bulannya cuma kelihatan setengah…?”
Ayah:  ”Iya, kan setengahnya dimakan Buto Ijo…..”

9. Menghibur
Tujuan orang tua adalah agar anak tidak sedih/ kecewa, sehingga anak jadi senang dan tidak larut dalam kesedihan, namun anak akhirnya akan lupa dan melarikan diri dari masalah.
Anak: ”Pa, aku ngga mau temenan sama Ruri…dia suka nakalin aku…”
Papa: ”Ya sudah…berteman sama yang lain saja.  Kan masih banyak temen yang lain.”

10. Mengkritik
Orang tua menginginkan agar anak memperbaiki kesalahan dan meningkatkan kemampuan diri, namun anak akan merasa bahwa dirinya selalu kurang dan salah.
Anak: ”Ayah, nih aku sudah selesai mewarnai..”
Ayah: ”Masak begini dibilang selesai, coba lihat masih banyak yang belum diwarnai.”

11. Menyindir
Memotivasi, mengingatkan agar tidak selalu melakukan seperti itu dengan cara menyatakan yang sebaliknya, anak akan menganggap hal ini menyakiti hati.
Anak::  ”Aku ga mau minum vitaminnya..rasanya ga enak”
Ayah:  ”Ooo..kakak suka ya kalau sakit..vitamin kan membuat badan jadi ga gampang sakit..kalau ngga mau berarti kakak emang seneng sakit ya..”

12. Menganalisa
Orang tua ingin mencari penyebab positif/ negatif anak atau kesalahannya dan berupaya mencegah agar tidak melakukan kesalahan yang sama lagi, namun anak akan menganggap orang tua sok pintar
Anak: ”Ayah, aku ngga mau belajar sepeda lagi..”
Ayah: ”Itu karena cara belajarmu yang salah. Mestinya tanganmu jangan kaku dan pandangan harus ke depan.  Kamu kan selalu melihat ke bawah.  Terus rambutmu itu mestinya dikuncir biar kamu bisa leluasa bergerak ngga bingung aja sama rambut.”

Dua belas gaya komunikasi ini memang sangat populer dan rasanya sudah mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari.Yuk pelan-pelan kita mengubahnya demi kebaikan si kecil.
Dengan berkomunikasi secara baik serta menghindari 12 gaya populer penghalang komunikasi, insya Allah anak akan menjadi mandiri dan bertanggung jawab. Anak juga akan menjadi percaya diri, dan memiliki hubungan yang hangat dengan orangtuanya. Dengan demikian bila godaan dari luar sana menggempur si anak, insya Allah, anak tetap percaya diri, bisa memilih yang terbaik, mengambil keputusan dan bertanggung jawab dengan keputusannya.

Khasiat Penting Air Putih


Banyak orang sering melupakan salah satu komponen yang paling penting bagi tubuh ini. Mengkonsumsi air secara cukup yaitu 8 – 10 gelas setiap hari berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh dan juga mempercantik kulit. Tidak hanya itu, masih banyak lagi manfaat baik yang bisa didapat dari minum air putih.

Berikut ini adalah beberapa manfaat minum air putih, diantaranya :
1. Minum air cukup dapat memperlancar sistem pencernaan sehingga anda terhindar dari masalah– masalah pencernaan, seperti sembelit.
2. Detoksifikasi. Air membantu mengeluarkan berbagai sisa metabolisme dan zat racun dari tubuh melalui saluran kemih dan kulit. Oleh karena itu, minum air putih yang cukup juga dapat membantu mencegah timbulnya jerawat di wajah.
3. Menjaga kesehatan kulit. Air membantu memelihara kelembapan kulit terutama jika anda sering berada di ruangan ber– AC. Karena saat kekurangan air, tubuh akan menyerap kandungan air dalam kulit sehingga kulit menjadi kering dan berkerut (keriput).
4. Pembentuk sel dan cairan tubuh. Air adalah komponen utama sel (70- 85%) yang berperan penting dalam pembentukan cairan tubuh, seperti darah.
5. Pelumas sendi. Air juga berfungsi sebagai pelumas yang memungkinkan sendi untuk bergerak dengan baik dan meredam gesekan antar sendi.

 

Pola Buang Air Kecil dan Air Besar untuk Bayi


Pola buang air kecil (BAK) setiap bayi berbeda-beda – sangat dipengaruhi oleh seberapa sering ia makan. Hingga usia 3 bulan, biasanya bayi akan BAK setiap jam. Selanjutnya, hingga ia berusia 12 bulan, selang waktunya akan bertambah menjadi setiap 2-3 jam.
Yang perlu Anda waspadai adalah jika Anda menemukan kasus-kasus berikut pada buah hati Anda:
- Dalam 24 jam BAK-nya tidak sampai 3 kali
- Warna urine berubah menjadi pucat
- Terdapat darah pada urine
- Terlihat ia kesakitan setiap kali BAK

Pola Buang Air Besar (BAB)

Jangan kaget lho, ternyata frekuensi BAB pada bayi sangat bervariasi. Ada yang BAB-nya 4-10 kali tiap harinya, ada juga bahkan yang sebaliknya – hanya 1 kali setiap 3-4 hari. Ketika usia si kecil beranjak 1 bulan, maka frekeuensi BAB-nya biasanya kurang dari 4 kali setiap harinya, bahkan bisa hanya 1 kali dalam seminggu. Semua ini masih tergolong normal…

Warna dan Konsistensi Feses
Mengenai warna dan konsistensi feses/tinja bayi, keduanya dipengaruhi oleh cara makan dan bahan makanan yang dikonsumsinya. Jika bayi Anda dalam masa ASI Eksklusif, biasanya konsistensinya lembek, berair, berwarna kuning tua dan berbiji-biji. Jika ia meminum susu formula, biasanya fesesnya lebih padat dan berwarna kecoklatan.
Terkadang bayi terlihat mengejan hingga wajahnya memerah ketika BAB, bahkan ada yang sampai menangis. Reaksi seperti ini tergolong normal kok. Yang penting, perhatikan konsistensi fesesnya – bila tidak keras, berarti ia tidak sembelit. Sebaliknya, bila fesesnya keras, kering dan sulit dikeluarkan, maka itu pertanda konstipasi/sembelit, walaupun frekuensi BAB-nya bisa saja beberapa kali dalam sehari.
Bayi yang mengkonsumsi ASI jarang menderita sembelit…

Diare
Bayi yang menderita diare, selain frekuensi BAB-nya sering, fesesnya juga sangat lembek, bahkan berair dan keluar seperti menyemprot. Ia beresiko mengalami kekurangan cairan tubuh (dehidrasi).
Terakhir, hubungi dokter jika:
- Sering BAB, fesesnya cair dan banyak
- Feses sangat berair dan berbau
- Anus dan sekitarnya memerah
- Feses berwarna sangat pucat
- Terdapat darah segar di popok

Ilmuwan Sains Indonesia



Banyak dari kita mungkin tidak tahu bahwa ilmuwan- ilmuwan Indonesia juga turut serta menyumbang pemikiran dan penemuan-penemuan penting yang berdampak postif bagi kemajuan dunia. Berikut beberapa ilmuwan-ilmuwan tersebut :

2010, Sistem Telekomunikasi 4G berbasis OFDM
Bersama koleganya, Khoirul Anwar, alumni ITB kelahiran Kediri ini merombak pakem efisiensi alat komunikasi. Ia mematenkan temuannya seputar sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Atas karyanya, Khoirul Anwar mendapat penghargaan pada 2010, dari Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference (IEEE VTC), Taiwan.

2006, Pemindai 4 Dimensi
Electrical Capacitance Volume Tomography ditemukan oleh Dr. Warsito Purwo Taruno dan dipatenkan secara internasional. ECVT merupakan teknologi yang menggunakan sensor medan listrik statis yang bisa menampilkan gambar 4 dimensi dari tingkah laku gas dan partikel di dalam reaktor tertutup. Teknologi ECVT ini diperkirakan dapat mengubah drastis perkembangan riset dan teknologi di berbagai bidang, mulai dari energi, proses kimia, kedokteran, hingga nano-teknologi.

2005, Persamaan Helmholtz
Persamaan matematika ini berhasil dipecahkan oleh Yogi Ahmad Erlangga, Dosen ITB asal Tasikmalaya. Ketika memecahkan rumus tsb, Yogi sedang menempuh program Ph.D di Delft University of Technology, Belanda. Persamaan Helmholtz yang berhasil dipecahkannya, membuat banyak perusahaan minyak dunia gembira. Pasalnya, dengan rumus temuan Yogi itu mereka dapat lebih cepat dalam menemukan sumber minyak di perut bumi. Rumusnya juga bisa diaplikasikan di industri radar, penerbangan, dan kapal selam.

2000, Teknik Pengeringan Sperma
Teknik pengeringan – yang disebut sebagai evaporative drying – serta penyimpanan sperma dalam ruangan bertemperatur kamar ditemukan oleh Mulyoto Pangestu, seorang mahasiswa Indonesia yang sedang mengambil gelar Ph.D di Monash University, Australia. Uniknya, Mulyoto berhasil melakukannya menggunakan perlengkapan yang dapat ditemukan dengan mudah dan murah. Penemuannya ini dipatenkan di Australia dan menjadi milik Monash University. Akan tetapi, Mulyoto tetap tercatat sebagai penemunya.

1998, Kromatografi Tercepat
Di bawah bimbingan Profesor Toyohide Takeuchi di Universitas Gipu, Jepang, pada tahun 1998, Prof. Dr. Rahmiana Zein, yang saat itu sedang melakukan penelitian untuk disertasi doktor bidang kimia menemukan teknik kromatografi tercepat di dunia. Jika sebelum ini peneliti membutuhkan waktu antara 1.000 dan 100 menit untuk membedah senyawa kimia, teknik yang digunakan Rahmiana Zein mampu mendiagnosis senyawa kimia dalam waktu kurang dari 10 menit.

1983, Pesawat CN-235
Adalah pesawat dengan mesin turbo propeller hasil kerjasama Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) dengan CASA asal Spanyol. Pesawat ini mampu mengangkut 2 pilot hingga 45 orang penumpang dengan kecepatan maksimal 509 km per jam dan jarak tempuh 796 km. Pesawat ini kemudian digunakan oleh berbagai maskapai penerbangan sipil dan militer di sejumlah negara di dunia.

1979, Ketela Pemadam Api
Ketika sedang melakukan uji coba menggunakan cairan pelumas berbahan kulit ketela pohon di Queen Marry College-London University, Inggris, Randall Hartolaksono menemukan teknologi untuk memadamkan api secara efektif dan ramah lingkungan. Ketika itu, cairan buatannya tidak sengaja tumpah dan memadamkan api yang sedang menyala. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata diketahui bahwa cairan tersebut jika terkena panas akan mengeluarkan uap yang dapat menyerang api. Kini temuannya digunakan di berbagai perusahaan pertambangan di penjuru dunia sebagai solusi untuk mengatasi kebakaran.

1961, Pondasi Cakar Ayam
Teknologi ini ditemukan oleh Prof. Dr. Ir. Sedijatmo ketika ia sebagai pejabat PLN diminta mendirikan 7 menara listrik tegangan tinggi di daerah rawa-rawa Ancol, Jakarta. Pondasi yang dibuatnya ternyata mampu mengurangi hingga 75% tekanan pada permukaan tanah di bawahnya dibandingkan dengan pondasi biasa. Pondasi cakar ayam ini kemudian digunakan di Bandara Juanda, Surabaya yang memungkinkan landasan menahan beban hingga 2.000 ton atau seberat pesawat super jumbo jet. Selain di Indonesia teknologi yang sudah dipatenkan ini juga digunakan di 9 negara lain, seperti Jerman, Inggris, Perancis, Italia, Belgia, Kanada, AS, Belanda.

1955, Teori 23 Kromosom
Dr. Joe Hin Tjio, seorang ahli Cytogenetics asal Indonesia menemukan fakta bahwa kromosom manusia berjumlah 23 buah. Melalui penelitian di laboratorium Institute of Genetics of Sweden’s University of Lund, temuannya berhasil mematahkan keyakinan para ahli genetika bahwa jumlah kromosom adalah 24 buah. Ia berhasil menghitung jumlah kromosom dengan tepat setelah menyempurnakan teknik pemisahan kromosom manusia pada preparat gelas yang dikembangkan Dr. T.C. Hsu di Texas University, AS.

Jumat, 09 November 2012

Pahlawan Kejujuran


Menjadi Pahlawan Kejujuran


Oleh : Rofiq Abidin

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar (QS. Al Ahzab : 70)

Sejak dahulu hingga kini sebuah sikap “jujur’ banyak dipesankan oleh orang tua kita, guru kita dan para orang bijak. Melihat fenomena belakangan ini sebuah sikap jujur menjadi barang mahal, bahkan yang bersikap jujur justru bisa dianggap sebuah kesalahan dan bahkan kemunduran. Ironis memang, sebuah kebaikan seolah terpojok oleh sikap-sikap paganisme kejahiliahan. Praktek ketidakjujuran terus menggeliat dinegeri tercinta ini, mulai dari birokrasi pemeritahan, birokrasi pendidikan, lembaga kehakiman, bahkan sampai lembaga keagamaan. Sampai-sampai seorang Dahlan Iskan (mentri BUMN) pernah menyatakan saat memberikan semangat kepada para masasiswa di Universitas Brawijaya Malang beberapa saat yang lalu, “jika bangsa Indonesia ingin maju, maka yang harus dibenahi adalah, yang pertama birokrasi, kedua adalah birokrasi, ketiga adalah birokrasi dan yang keempat adalah birokrasi”. Seorang pengusaha yang sekaligus pejabat negara ini begitu menyelami bahwa penghambat kemajuan bangsa yang paling utama adalah birokrasi yang tidak jujur. Sangat beralasan memang, karena birokrasi Negara Inodonesia ini terkesan begitu njlimet, tidak transparan, tidak jujur dan penuh intrik. Sebenarnya praktek ketidakjujuran sudah menjalar kepada berbagai lapisan  masyarakat, karena budaya ini terus menyilaukan iman dengan berbagai dalih mencari celah pembenaran-pembenaran sikapnya. Dengan semakin kreatifnya orang untuk tidak jujur, maka kita sebagai mukmin sudah semestiya berdiri tegak untuk memegang teguh prinsip-prinsip kejujuran, karena Allah telah mengingatkan para mukmin untuk tetap bertawakal dengan sekuat hati dan tenaga serta berkata jujur ditengah-tengah budaya negatif ketidakjujuran.

Ketidakjujuran Menjadi Tren dan Budaya
Ditengah-tengah dekadensi moral bangsa ini, maka sebagai muslim hendaklah tidak terkontaminasi dengan budaya-budaya tidak jujur. Karena ketidakjujuran itu membawa kemudharatan, mengandung kekecewaan dan menimbulkan perselisihan. Predikat bagi yang jujur pada saat ini memang terkadang memekakkan telinga, misalnya saja “sok suci”, sok oposisi, tidak bisa diajak kerjasama atau bahkan “sok pahlawan”. Bagi yang imannya terjaga rapi, ia akan tetap teguh, namun bagi yang tipis imannya maka ia akan goyah. Ditambah lagi dengan persepsi, “ini sudah zamannya”, jika kita tidak mengikuti kita akan tertinggal. Astagfirullah, sebuah pola pikir jahiliyah yang seolah-oleh didukung secara massal. Coba kita ambil hikmahya dari kisah seorang anak bernama Alifa Ahmad Maulana (Alif) dan Ibunya Siami berani mengungkap contek massal di SDN Gadel II di Surabaya, ia jurtru mendapat tekanan dari teman dan orang tua teman-temannya yang merasa dirugikan. Ini membuktikan bahwa seolah-olah ketidakjujuran telah mendapat legitimasi baik, demi sebuah nilai dan kelulusan. Konon kabarnya ketidakjujuran dilembaga pendidikan sudah bukan menjadi rahasia umum, mulai dari bocoran jawaban, penyuapan saat pendaftaran di sejumlah kampus ternama, samapai membeli sebuah ijazah. Sedemikian bobrokkah negeri ini?. Tindakan jahiliah bukanlah tindakan orang yang tak berpengetahuan, namun tindakan bodoh yang dilakukan oleh kaum intelek/berpengetahuan, ia tahu tindakannya salah dan berdampak negatif bagi dirinya, namun ia tidak mau jujur serta tetap melakukannya. Maka berhati-hatilah dengan berbagai macam praktek ini, karena Allah sudah mengingatkan bagi para mukmin untuk tetap bertawakal dan berkata dengan perkataan yang benar.

Kejujuran Membawa Kebaikan
Jujur pasti mujur, bisakah ungkapan bijak ini berlaku dimasa sekarang ini?. Bagi sebagian kita mungkin akan mengatakan nonsense, namun bagi para sidiqin,  jujur adalah kunci keberkahan. Jujur akan banyak membawa manfaat dalam kehidupan, karena sikap jujur melahirkan sikap berikut ini :
1.      Amanah
Saat kita berlaku dan bersikap jujur, kita telah menggandeng sifat amanah, karena orang jujur bearti ia telah menjadi pribadi yang dapat dipercaya dan pribadi yang memiliki kepercayaan diri  yang begitu kuat. Orang jujur pasti akan berusaha bertanggung jawab penuh dengan pekerjaan dan tugas yang diemban. Karena ia tahu bahwa kejujurannya merupakan sesuatu yang sudah semestinya dilakukan, bukan karena paksaan dan bukan karena tekanan.
2.      Adil
Biasanya jujur gandeng dengan adil, sebuah harapan ummat bagi pemimpin yang  memiliki sifat dan tindakan jujur dan adil. Seorang yang berlaku jujur tidak bisa menerima ketidakadilan, ia akan selalu merasa jika ada yang tidak adil dari tindakan dan keputusannya serta lingkungannya. Dengan kejujuran hatinya ia akan terus berusaha mengubahnya. Maka jika rakyat ingin pimpinan yang adil, carilah terlebih dulu pimpinan yang jujur.
3.      Qona’ah
Seorang yang jujur bukan berarti tidak mau uang, tapi ia akan lebih lega memuaskan bathinnya dengan sikap jujur daripada menggenggam uang yang tidak jelas hukumnya, bahkan nyata-nyata haram. Orang jujur akan mudah bersyukur, ia tidak terkontaminasi dengan intrik-intrik tidak halal yang menggodanya untuk berbuat kejahatan. Ia akan menerima keputusannya untuk bersikap jujur, walaupun mungkin terkesan hidupnya tidak bermewah-mewahan. Ia benar-benar menemukan kepuasan bathin pada sifat dan sikapnya jujurnya, karena jujur membawanya pada qona’ah, tidak boros dalam kehidupan.

Bertahan dalam Kejujuran
Satu-satunya manusia yang layak mendapat nobel kejujuran adalah “Muhammad SAW”. Gelar Al-amin yang disandangnya membuktikan bahwa ia telah diakui oleh masyarakat sekitar sebagai orang yang benar-benar jujur. Bahkan hingga kini ajaran Rasulullah SAW tentang jujur begitu banyak kita temukan dalam hadistnya. Coba kita ingat, saat seorang pencuri ingin masuk islam, Rasulullah SAW memberikan syarat kepadanya untuk tidak berbohong. Sehingga setiap ia mau mencuri ia ingat dengan pesan Rasulullah agar tidak bohong, iapun batal mencuri. Hingga akhirnya ia merasa tidak bisa bersembunyi untuk berbuat mencuri, karena Allah selalu mengawasi dan tentunya hati nuraninya selalu memprotesnya. Sebuah radar yang senyatanya mengawasi jujur dan tidaknya kita adalah nurani. Karena orang yang melakukan ketidakjujuran senantiasa diprotes oleh hati nuraninya, ia senantiasa memberi sinyal bahwa sikap dan tindakannya itu salah, namun terkadang tertutupi oleh keegoan, kesombongan dan kepuasan semu. Jadi untuk bertahan dengan sikap jujur pertama dibutuhkan keyakinan bahwa sikap jujur pasti membawa kebaikan. Selanjutnya untuk bertahan dengan sikap jujur, maka kita perlu mengingat kepuasan hati ada saat kita mengikuti kata hati (kejujuran). Dengan jujur pula kita akan mendapat rahmat Allah, karena Allah ridho dengan orang-orang yang sidiq fil qolbi (jujur dalam hati), sidiq fil lisan (jujur dalam perkataan) dan sidiq fil arkan (jujur dalam perbuatan). Saya rasa tiga alasan utama inilah yang menjadikan seorang mukmin mutlak untuk bersikap jujur. Kita jujur bukan untuk menjadi pahlawan, namun kita jujur karena sudah semestinya untuk berlaku dan bertindak demikian.



Kamis, 08 November 2012


Ide Liburan Murah Bersama Anak


 

Waktu liburan anak kini telah tiba, sayang Anda malah sedang tak punya budget untuk berlibur ke luar kota atau luar negeri.
Jangan khawatir, coba salah satu dari beberapa ide liburan murah meriah ini bersama anak- anak, siapa tahu mereka menyukainya.

1. Keliling kota dan bersikaplah seperti turis
Anda dan si kecil bisa jadi sudah bertahun-tahun tinggal di Surabaya, Sidoarjo, atau kota lainnya. Namun pernahkah Anda keliling Surabaya? Jika belum, Anda bisa mencobanya.
Namun saat melakukan kegiatan tersebut bersikaplah seperti turis, seperti Anda baru pertama kali datang ke Surabaya. Datangi tempat-tempat yang biasa didatangi oleh turis seperti Monumen Tugu Pahlawan, Museum Sepuluh Nopember, Museum Mpu Tantular, Pelabuhan Tanjung Perak, atau Jembatan Suramadu.
Sama seperti sedang liburan dan menjadi turis, untuk ide pertama ini, Anda harus menyiapkan budget makan di restoran. Sebagai turis, biasanya Anda makan di restoran bukan? Kegiatan makan di luar ini juga bisa jadi selingan yang menyenangkan untuk anak.

2. Ajari Anak Mengembangkan Hobinya
Selama ini Anda melihat anak memiliki tertentu seperti melukis atau fotografi?
Inilah saatnya mengajak anak mengembangkan hobinya tersebut. Jadikan waktu liburan tersebut sebagai saat di mana anak bisa sepuasnya melakukan hobinya itu.
Jika si kecil suka memotret, Anda bisa mengajaknya ke tempat-tempat yang disukainya untuk mengambil gambar. Kalau anak suka melukis, ada banyak tempat yang bisa membuat anak semakin mengembangkan bakatnya itu. Anda bisa mencarinya di internet atau majalah soal tempat-tempat menarik ini. Selain itu,
bersama anak- anak Anda bisa mengerjakan ketrampilan tangan, misalnya bermain mencetak lilin mainan, atau membuat istana kertas. Kehabisan ide? Buku aktivitas anak yang banyak dijual akan memberikan ide-ide yang dapat dicoba.

3. Berkemah
Jika dibandingkan pergi ke luar kota selama beberapa hari, berkemah tentu tidak akan mengeluarkan budget yang menguras kantong. Jika di kota Anda tidak ada kawasan yang diperuntukkan khusus untuk berkemah atau outdoor activities lainnya, tidak ada salahnya jika berkemah bersama anak- anak di pekarangan rumah sendiri. Kegiatan berkemah ini selain bisa lebih mengakrabkan Anda dan anak, si kecil pun bisa lebih dekat dengan alam. Selalu libatkan anak dalam mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari membangun tenda sampai memasak hidangan untuk makan malam.
Agar si kecil merasa nyaman, persiapkan segala sesuatunya mulai dari makanan, pakaian (jas hujan), lotion anti nyamuk dan kotak P3K.

4. Membuat  Acara Ala 17 Agustusan Sederhana
Cukup modal 2 pohon/ tiang, diberi tali rafia untuk menggantung kerupuk. Anak-anak dikelompokkan sesuai umur, Balita dan 6-10 tahun, jadi deh 2 kelompok. Permainan lainnya,  lari kelereng, susun gelas plastik bekas air kemasan, lari bola masuk ke ember kecil (saling pinjam ember tetangga), kemudian lari bendera estafet atau juga balap karung. Pasti seru!

5. Membuat Origami, Kokoru, serta Aneka Kartu
Kegiatan ini tidak kalah mengasyikkan, terutama bagi anak-anak perempuan. Mereka bisa bebas membentuk, menggambar dan menghias kartunya.

6. Permainan Tradisional
Coba deh kembali ke masa kecil dan ajari anak- anak bermain berbagai permainan rakyat, seperti lompat tali (karet), bola bekel, gobak sodor, congklak, dan bentengan. Anak- anak bisa memainkannya bersama- sama dengan saudara- saudara maupun anak- anak tetangga. Seru, murah meriah, dan banyak sisi positif dalam hal pembentukan karakter dari jenis permainan tradisional ini.

7. Mengunjungi Kakek & Nenek atau Saudara
Ide ini tepat untuk Anda yang selama ini tinggal berjauhan dengan orang tua atau saudara lainnya. Inilah saatnya menjadikan momen liburan untuk mengajak anak mengenal keluarga Anda atau pasangan lebih dekat. Pulang kampung setahun sekali saat Idul Fitri tentu belum cukup untuk membuat anak mengenal seluruh keluarga dari ayah bundanya.
Anak biasanya juga akan sangat antusias saat diajak berkunjung ke rumah kakek-nenek atau saudara mereka, apalagi jika di sana ada banyak kegiatan yang jarang dilakukannya selama ia tinggal di rumah, misalnya pergi ke sawah, memberi makan sapi atau kambing, memancing dan lain-lain.
Kalau pergi ke rumah orangtua Anda ternyata memerlukan biaya yang tidak sedikit, Anda bisa mengajak anak menginap di rumah keluarga yang jaraknya tidak terlalu jauh. Usahakan saudara yang Anda kunjungi itu juga memiliki anak sehingga si kecil merasa punya teman bermain baru.

Punya ide lain? Yuk buruan tulis ide- ide nya, mau ngapain dan kemana saja selama libur sekolah ini, dan buat pengingatnya kemudian tempel atau gantung di dinding supaya tidak lupa. Oh ya, jangan lupa, setelah selesai liburan, bikin album fotonya dan tulis cerita apa saja di balik foto- foto tersebut. Pasti akan menjadi liburan yang tidak terlupakan! Selamat berlibur...