Meraih Ridho Allah
oleh : Nafi’
Ridho, sebuah kata yang sudah tidak asing bagi kita. Di setiap doa yang dipanjatkan kita senantiasa memohon ridho Allah, dalam sholatpun kita berjanji kepada Allah untuk beribadah hanya mengharap ridho-Nya.
Ridho secara bahasa bermakna sukarela atau senang, sedangkan menurut istilah ridho adalah mempercayai bahwa sesungguhnya ujian, cobaan atau bencana yang menimpa kita adalah yang terbaik menurut Allah Swt.
Ridho biasanya berhubungan dengan taqdir atau qadha dan qadar. Orang yang mengharap ridho Allah akan senantiasa menjadikan Allah sebagai tujuan, hidupnya akan lurus dan terarah, ia tidak mudah diiming- iming oleh kenikmatan dunia, ia yakin bahwa kenikmatan jannah (surga) yang dijanjikan oleh Allah tidak bisa disetarakan apalagi dikalahkan oleh kenikmatan berupa apapun.
Dalam menjalani kehidupan dia berpegang bahwa hanya Allah sajalah yang patut dijadikan sebagai prioritas utama kecintaan, kepatuhan dan rasa takut di setiap gerak langkah kehidupan, dia akan mendahulukan semua perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya dengan ikhlas dan sepenuh hati.
Untuk meraih ridho Allah diperlukan pengorbanan baik berupa harta benda bahkan nyawa. Dikisahkan ketika Rasulluloh bertanya kepada Abu Bakar, “Wahai Abu Bakar, berapa banyak harta yang engkau shodaqohkan untuk jihad fisabillillah?
Abu Bakar menjawab, ”Seluruhnya Ya Rasullullah”
Kemudian Nabi bertanya lagi, “Bagaimana dengan anak dan istrimu?”
“Saya masih punya Allah dan rasul-Nya”, jawab Abu Bakar.
Demikian juga kisah pengorbanan Siti Masyitoh yang dengan tegas menolak perintah Firaun untuk menyekutukan Allah, ia bersedia mengorbankan diri dan anak- anaknya meskipun harus direbus dalam air yang mendidih. Semua itu ia lakukan semata- mata hanya untuk mengharap Ridho Allah.
Dalam satu syiir (Alm) KH Abdurrahman Wahid berkata,
Ngawiti ingsun kelawan syiiran, Kelawan muji maring Pengeran
Kang paring rohmat lan kenikmatan, Rino wengine tanpo pitungan
Kelawan Allah Kang Moho Suci, Kudu rangkulan rino lan wengi
Ditirakati diriyadhoi, Dzikir lan suluk jo nganti lali
Sabar narima najan pas pasan, Kabeh tinakdir saking Pengeran
Uripe ayem rumongso aman, Dununge roso tondo yen iman
Melalui Syiirnya Gus dur mengajak kepada kita untuk beribadah hanya mengharap ridho Allah karena begitu banyak nikmat yang diberikan Allah sehingga kita tidak sanggup menghitungnya. Untuk itu kita harus senantiasa mengingat Allah baik siang maupun malam, atas segala ujian yang diberikan Allah kita harus hadapi dengan kesabaran karena itu adalah yang terbaik menurut Allah sehingga hidup kita akan senantiasa aman dan bahagia.





0 komentar:
Posting Komentar